Categories
Pendidikan

Strategi Pemasaran Produk dan Merek

Strategi Pemasaran Produk dan Merek


Menentukan target pasar menjadi bagian pokok dalam strategi pemasaran bisnis. Ada beberapa perusahaan yang ingin menjangkau konsumen dari semua kalangan, namun ada pula beberapa perusahaan yang sengaja memisahkan konsumen sesuai dengan target pasar produknya. Dengan target pasar yang jelas, akan mempermudah perusahaan untuk menentukan produk yang sesuai kebutuhan dan keinginan konsumen. Dapat diartikan pula bahwa target pasar merupakan pasar yang memiliki konsumen dengan daya beli yang cukup potensial.

Dalam dunia pemasaran terdapat tiga strategi penetapan target pasar yang sering dilakukan para pelaku bisnis, strategi tersebut antara lain sebagai berikut :

 

1. Strategi pemasaran tanpa pembeda ( undifferentiated marketing )

Strategi pemasaran undifferentiated marketing ini, hanya menawarkan satu macam produk dan mencakup seluruh pasar. perusahaan bertujuan untuk menanamkan image kuat produknya kepada para konsumen, tanpa membedakan target pasar. Umumnya, perusahaan melihat pangsa pasar secara keseluruhan tanpa membedakan target pasar tertentu.

Undifferentiated marketing (pemasaran tanpa pembeda) dipilih para pelaku bisnis dengan pertimbangan biaya penerapan strategi undifferentiated marketing lebih kecil dibandingkan pemasaran dengan differentiated marketing (membedakan target pasar). Startegi Pemasaran tanpa membedakan target pasar lebih mengandalkan produksi, distribusi dan strategi promosi secara massal, sehingga bisa menghemat biaya.

Namun, strategi pemasaran undifferentiated marketing (pemasaran tanpa pembeda) tersebut juga memiliki kekurangan. Karena mayoritas pelaku bisnis yang tidak membedakan konsumen, maka para pelaku bisnis akan memilih target pasar yang paling luas untuk menawarkan produknya. Tentunya, jika banyak pelaku bisnis yang memilih cara marketing tersebut, maka persaingan bisnis pun semakin ketat.

Contoh : Es krim Potong Singapore yang sekarang lagi Trend di semua kalangan baik orang tua, remaja, dewasa, anak-anak, semua bisa menikmatinya.

 

2. Strategi pemasaran dengan pembeda ( differentiated marketing )

Adalah strategi marketing dengan membedakan target pasar sesuai kebutuhan konsumen. Berbagai variasi kebutuhan yang dibutuhkan para konsumen, menjadi faktor pendorong pelaku bisnis membedakan target pasar mereka. Jika pemasaran tanpa pembeda hanya memproduksi satu macam produk, pemasaran dengan pembeda memproduksi berbagai macam produk yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat para konsumen.

Pembedaan produk bisa dikategorisasikan berdasarkan letak geografis konsumen, style atau gaya hidup, umur, jenis kelamin, tingkat pendapatan, bahkan bisa juga dibedakan berdasarkan tingkat pendidikan para konsumen. Upaya pembedaan target pasar ini bertujuan agar loyalitas konsumen terhadap suatu produk lebih kuat, karena perusahaan menawarkan produk yang sesuai dengan keinginan konsumen. Salah satu contoh startegi differentiated marketing adalah dari produk mie instan, mereka mengembangkan usahanya dengan membedakan varian rasa produk berdasarkan selera para konsumen.

Jika dibandingkan dengan pemasaran tanpa pembeda, strategi pemasaran dengan pembeda membutuhkan biaya yang lebih besar. Karena dibutuhkan biaya untuk riset produk baru, proses produksinya yang lebih besar, serta peningkatan biaya untuk riset pasar. Meskipun demikian, pemasaran dengan pembeda lebih disenangi para pelaku usaha. Sebab dengan differentiated marketing, produk mereka memiliki daya tarik yang lebih kuat dibandingkan produk yang dipasarkan para pesaing.

Salah satu contoh strategi differentiated marketing adalah dari produk mie instan, mereka mengembangkan usahanya dengan membedakan varian rasa produk berdasarkan selera para konsumen.

 

3. Strategi pemasaran terkonsentrasi ( concentrated marketing )

Adalah model marketing terkonsentrasi yang hanya fokus memasarkan produknya kepada satu atau beberapa kelompok pembeli saja. Sehingga pemasaran produk hanya ditujukan kepada kelompok pembeli yang paling berpotensi. Contohnya adalah produk Tropicana Slim, gula rendah kalori dan bebas gula ini lebih fokus kepada para konsumen yang ingin menjaga kesehatannya terutama bagi para penderita diabetes.

Dengan fokus pada kelompok tertentu, perusahaan yang menggunakan strategi pemasaran model ini berusaha menawarkan produk yang terbaik bagi target pasar mereka. Sehingga spesifikasi image produk yang ditawarkan dapat tertanam pada konsumen yang menjadi target pasarnya. Selain itu pemasaran terkonsentrasi juga lebih menghemat biaya, baik biaya produksi, biaya distribusi maupun biaya promosi. Sebab semuanya hanya fokus pada satu atau dua kelompok konsumen saja.

Namun begitu, pemasaran konsentrasi memiliki kelemahan, bahkan resikonya lebih besar dari differentiated marketing maupun undifferentiated marketing. Bila target pasar yang menjadi fokus pemasaran tiba – tiba beralih ke perusahaan pesaing dengan fokus yang sama, maka Anda akan kehilangan satu – satunya ladang konsumen yang Anda miliki. Besarnya resiko yang ada, membuat pemilik perusahaan lebih memilih memasarkan produknya ke beberapa target pasar.

Salah satu contoh adalah produk Tropicana Slim, gula rendah kalori dan bebas gula ini lebih fokus kepada para konsumen yang ingin menjaga kesehatannya terutama bagi para penderita diabetes.

 

Sumber : https://seputarilmu.com/

Categories
Pendidikan

Kegunaan Ekonomi Manajerial

Kegunaan Ekonomi Manajerial

Kegunaan Ekonomi Manajerial

Pengambilan Keputusan

Teori keputusan manajemen diturunkan dari para ahli ekonomi pada permulaan era industri. Kalau manusia purba mungkin terutama bermaksud menghindarkan malapetaka, para ahli ekonomi pertama itu melihat pilihan secara lebih optimis sebagai peluang memperoleh keuntungan. Teori keputusan muncul dari anggapan bahwa para pengambil keputusan didorong untuk memaksimalkan keuntungan atau manfaat yang dapat dicapai.

Kalau manusia purba mengandalkan kekuatan gaib dan takhayul untuk menuntunnya dalam mengambil keputusan, para ahli ekonomi lebih ilmiah dalam pandangan mereka. Mereka sangat dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang berkaitan dengan revolusi industri, terutama pengaruh mekanisasi dan pembangian tugas.

Pendekatan Mekanistik. Efisiensi mesin yang lebih hebat daripada produksi kerajinan tradisional telah merangsang para ahli ekonomi awal untuk menerapkan prinsip-prinsip ilmiah dan mekanik pada pengambilan keputusan. Kunci pendekatan ilmiah ialah pengandalannya pada rasionalitas, yang berbeda dari naluri atau takhayul. Rasionalitas dalam konteks sesuai dengan memaksimalkan keuntungan. Oleh karena itu idealnya, pengambilan keputusan tadi harus berfungsi seperti sebuah mesin, tidak terpengaruh oleh perasaan hati atau pengaruh-pengaruh luar lainnya.
Pembagian kerja. Pembagian kerja berarti membagi tugas menjadi bagian-bagian pelengkap dan melakukannya masing-masing secara terpisah. Kalau barang-barang sampai saat ini dibuat secara keseluruhan.

Pada ahli ekonomi yang pertama terdorong untuk menerapkan semacam bentuk pembagian tugas pada pengambilan keputusan.
Kedua pengaruh ini, pendekatan ilmiah dan pembagian kerja, tercermin dalam resep para ahli ekonomi untuk memaksimalkan keuntungan. Resep ini terkandung dalam model pengambilan keputusan secara rasional atau sinoptik.

 

Model pengambilan keputusan terdiri atas langka-langkah berikut:

  • Mengidentifikasi suatu masalah
  • Memperjelas dan menyusun prioritas sasaran-sasaran
  • Menciptakan pilihan-pilihan
  • Menilai pilihan-pilihan
  • Memperbanding akibat-akibat yang diramalkan pada masing-masing pilihan dengan sasaran-sasaran
  • Memilih pilihan dengan konsekuensi-konsekuensi yang paling mendekati kesesuaian dengan sasaran-sasaran.

Pengambilan keputusan berawal dengan sebuah persoalan. Pengambilan keputusan kemudian memperjelas sasaran-sasarannya. Selanjutnya, ia mengidentifikasi semua pilihan yang mungkin untuk memecahkan persoalan itu, dan menilai pilihan-pilihan ini secara sistematis dan objektif. Kemudian ia memperbandingkan masing-masing pemecahan yang mungkin tadi dengan sasaran-sasarannya, dan menentukan keuntungannya serta kerugiannya masing-masing. Akhirnya ia memaksimalkan keuntungannya dengan memilih pilihan yang paling sesuai dengan sasaran-sasarannya.

 

Ekonomi Manajerial

Ekonomi manajerial adalah aplikasi teori ilmu ekonomi mikro untuk keputusan-keputusan manajerial. Esensi ekonomi mikro adalah teori kesejahteraan ekonomi pertama (the first welfare economic theorem). Teori ini menggambarkan bagaimana harga yang diproduksi oleh struktur pasar bersaing sempurna akan mampu mengalokasikan sumberdaya secara optimal. Dalam struktur pasar bersaing sempurna, konsumen mengoptimalkan utility-nya, dan produsen mengoptimalkan keuntungannya. Asumsi standar konsumen dan produsen adalah hukum pengembalian yang semakin berkurang (law of diminishing returns). Hukum ini berlaku dalam proses konsumsi dan produksi. Selain itu, asumsi ini juga akan tercermin dalam struktur biaya (dan konsumsi), yaitu dalam bentuk kenaikan biaya marjinal yang semakin menaik.

Konsep kuantitatif yang paling penting dalam ekonomi adalah elastisitas, yang pada dasarnya mengukur perubahan permintaan suatu barang jika variabel yang mempengaruhi (misalnya pendapatan dan harga barang lain) berubah. Informasi ini penting bagi produsen yang mempunyai kekuatan pasar (market power) untuk mengoptimalkan keuntungannya dengan mengubah harga. Untuk mendapatkan angka elastisitas, seseorang perlu melakukan estimasi statistika.

Dalam kondisi jangka pendek, perusahaan bias menikmati keuntungan di atas normal. Keuntungan ini akan mengundang pendatang baru (new entries) untuk berpartisipasi menikmati keuntungan di atas normal tersebut. Namun, pendatang baru bisa tidak terjadi jika perusahaan yang ada mampu membangun hambatan masuk (entry barriers) yang tinggi, sehingga produsen yang sudah ada menjadi monopoli. Hambatan masuk bisa tidak terlalu tinggi sehingga terjadi beberapa : pendatang baru. Struktur pasar dengan sedikit produsen disebut oligopoli. Dalam struktur pasar oligopoli masing-masing produsen berinteraksi secara strategis dimana dalam mengambil strategi, produsen harus memperhitungkan strategi produsen lainnya. Analisis interaksi strategis ini mendapatkan fasilitas pembahasan dengan game theory yang berkembang pesat pada tahun delapan puluhan. Hambatan masuk semakin rendah untuk struktur pasar persaingan monopolistik yang memproduksi produk-produk terdiferensiasi.

Dalam mengambil keputusan, seorang pelaku ekonomi menghadapi faktor regulasi yang diproduksi pemerintah. Regulasi akan bermuara pada perubahan harga produk, dan akhirnya pada masalah alokasi sumberdaya. Pemerintah meregulasi perekonomian karena alasan efisiensi atau distribusi pendapatan. Acuan regulasi untuk efisiensi adalah jelas yaitu konsep pareto optimal. Sekarang ini lebih banyak orang percaya bahwa secara umum, pasar akan mampu mengalokasikan sumberdaya secara optimal. Selain karena alasan efisiensi, pemerintah melakukan regulasi karena alasan distribusi pendapatan. Oleh karena itu, regulasi sering menjadi target para pelobi untuk mendapatkan transfer pendapatan.

 

Dalam asumsi standar, faktor resiko belum muncul secara eksplisit.

Dalam kondisi yang beresiko (uncertainty), pelaku ekonomi akan konsisten memaksimumkan utility-nya. Pelaku ekonomi mempunyai preference yang beragam terhadap pilihan beresiko seperti judi. Preference tersebut bergantung pada factor-faktor seperti tingkat pendapatan dan faktor inheren (misalnya kelompok masyarakat tertentu mempunyai derajat risk averse yang relatif tinggi.

 

Ada beberapa faktor yang menyebabkan resiko/ketidakpastian muncul.

Ketidakpastian bisa muncul karena adanya informasi asimetris antara dua pelaku ekonomi dalam melakukan transaksi. Kesenjangan informasi akan mengakibatkan alokasi sumberdaya yang tidak optimal. Kasus kesenjangan informasi banyak terjadi di pasar finansial. Selain itu, ketidakpastian juga muncul jika pelaku ekonomi menghadapi pengambilan keputusan yang bersifat intertemporal. Secara operasional keputusan intertemporal adalah membuat capital budgeting.

 

Sumber : https://sarjanaekonomi.co.id/

Categories
Pendidikan

Kebijakan Fiskal

Kebijakan Fiskal

Adalah kebijakan pemerintah yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi perekonomian melalui pengeluaran (spending) dan perpajakan (taxation) atau kombinasi keduanya

 

Kebijakan fiskal dibedakan sebagai berikut:

Kebijakan Fiskal Defisit atau Ekspansif.Adalah kebijakan fiskal dimana pengeluaran pemerintah melebihi penerimaannya.
Kebijakan Fiskal Surplus atau Kontraktif.Adalah kebijakan fiskal dimana pengeluaran pemerintah lebih kecil dari penerimaannya.
Kebijakan Fiskal Berimbang.Adalah kebijakan fiskal dimana pengeluaran pemerintah sama / seimbang dengan penerimaannya.

Kebijakan Fiskal ditentukan berdasarkan kondisi resesi yang sedang terjadi:

Perekonomian dalam kondisi under employment.

Jika perekonomian dalam kondisi under employment (resesi) yang berarti dalam perekonomian banyak faktor produksi yang menganggur, permintaan masyarakat terhadap barang-barang dan jasa mengalami kelesuan.

Untuk mengatasinya, Pemerintah dapat mengambil kebijakan fiskal defisit melalui kenaikan anggaran belanja pemerintah atau pengurangan pajak, atau kombinasi keduanya.
Jika anggaran belanja pemerintah (G) dinaikan maka pendapatan nasional yang ada juga akan ikut mengalami kenaikan, sebab Y = C + l + G + NX.

Bila yang dilakukan pemerintah adalah pengurangan pajak, maka pendapatan disposable masyarakat akan naik. Kenaikan pendapatan tersebut akan mendorong naiknya pengeluaran konsumsi yang selanjutnya akan menaikan tingkat pendapatan nasional.

 

Perekonomian dalam kondisi over employment

Kondisi perekonomian yang over employment menunjukan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa terus meningkat meskipun perusahaan sudah beroperasi pada kapasitas penuh dan para pekerja / buruh telah bekerja lembur. Adanya kelebihan permintaan yang melampaui kapasitas perekonomian untuk melayaninya akan mengakibatkan terjadinya inflasi dalam perekonomian. Untuk mengatasi masalah tersebut kebijakan fiskal yang dapat digunakan oleh pemerintah adalah kebijakan fiskal surplus. Dengan mengurangi anggaran belanja pemerintah, pendapatan nasional akan menurun dan pada gilirannya daya beli masyarakat juga berkurang sehingga inflasi bisa ditekan.

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :

 

Categories
Bahasa Inggris Pendidikan

Berita Bahasa Inggris Tentang Teknologi

Berita Bahasa Inggris Tentang Teknologi

Berita Bahasa Inggris Tentang Teknologi
Berita Bahasa Inggris Tentang Teknologi

3.5 GHz frequency rated suitable for 5G networks

The noisy implementation of 5G connectivity in Indonesia is being intensely echoed by the government. There are at least a number of frequency options, but the frequency of 3.5 GHz is considered the most suitable for 5G networks.

According to PR Manager of Oppo Indonesia Aryo Meidianto, the frequency of 3.5 GHz has been used by countries that have implemented 5G.

“Generally, it uses 3.5 GHz frequency, for example, if there is rain, the network will be fine,” he said to the media crew during the 5G trial at the Telkomsel Smart Office office in Batam, Riau Islands, Thursday (11/28).

Meanwhile, the frequency of 2.6 GHz or 2.8 GHz is usually used for the industrial sector. Because, its only for one place.

“The frequency of 2.6 GHz and 2.8 GHz is usually used by industry. If the industry is only one place, not as wide as 3.5 GHz,” said Aryo.

However, his party will comply with government decisions related to the frequency that will be used as a support for the 5G network. In this case represented by the Ministry of Communication and Information (Kemenkominfo).

If Indonesia uses a frequency below 3.5 GHz which is 2.6 GHz or 2.8 GHz, Oppo will make a new device that supports that frequency.

“Because here [Indonesia] does not use 3.5 GHz, inevitably have to make a new device whose modem supports 2.6 GHz or 2.8 GHz. The problem is if it is not 3.5 GHz, Indonesian people who go abroad later can not be connected to the 5G network there, “concluded Aryo.

The trial of 5G connectivity at the TSO Batam office was also attended by the Director General of the Post and Information Technology Ministry of Communication and Information Ismail. He said he was ready to launch a 2.6 GHz frequency and claimed that there were already many vendors who were preparing ecosystems at that frequency.

During a question and answer session with reporters, Ismail briefly mentioned the 3.5 GHz frequency that would be used for the next Indonesian satellite launch.

“We have conveyed the frequency of 3.5 GHz, we have satellites. For Indonesia, a satellite island country is a must,” said Ismail.

Even so, Kemenkominfo asked Telkomsel to conduct a trial using the 3.5 GHz frequency to see how far the implications of 5G on Indonesian satellites.

“Therefore, I hope Telkom and Telkomsel can work together to test 3.5 GHz so that we get a conclusion whether the frequency is suitable or not,” concluded Ismail.

Baca Juga:

Categories
Bahasa Inggris Pendidikan

Kawasaki Ninja – Berita Bahasa Inggris Tentang Otomotif

Kawasaki Ninja – Berita Bahasa Inggris Tentang Otomotif

Kawasaki Ninja - Berita Bahasa Inggris Tentang Otomotif
Kawasaki Ninja – Berita Bahasa Inggris Tentang Otomotif

Kawasaki Ninja

Kawasaki Indonesia Find the Ninja 250 4-Cylinder Launch Time

Kawasaki Motor Indonesia (KMI) ensures the Ninja 250 4-cylinder sport fairing motorbike, ZX-25R, will be sold in Indonesia. The presence of these motorbikes in the country is called just a matter of time.

KMI Head of Sales and Promotion Michael C. Tanadhi said that his party had discussed with the principals related to the sale of the ZX-25R. It is even said that trials as part of the research have been carried out.

“Development has taken place, the test ride has also been done,” Michael said in his office in the Central Jakarta area, Thursday (11/28).

According to Michael ZX-25R suitable to pave in the country. Public interest in Indonesia is also said to be impatient waiting for the new generation of Ninja 250 4-cylinder.

“It is suitable for this motorbike in Indonesia. Many consumers also ask us about this motorbike. Indonesia is one of the countries that will market this motorbike. So we are already intense and hopefully soon,” he said.

Despite being open-minded, Michael could not say with certainty the launch schedule. When asked about the estimated price, he also avoided answering.

ZX-25R previously debuted at the Tokyo Motor Show 2019 some time ago. At the time of the first introduction it was not yet explained how much energy he had.

Even so, based on brochures at the Tokyo Motor Show showing the ZX-25R assembled using a trellis chassis. The front suspension uses SFF-BP (Seperate Function Fork-Big Piston) while behind the Horizontal Back-Link.

There is no Indent

Since its debut, it turns out that many parties in the country really want the ZX-25R. For the sake of making the situation stable Michael insisted it would not open the ZX-25R pivot before the official launch.

“Because the interest that wants to pivot is full. There are lots of points. In fact there are motorcycle traders who open the pivot for this motorbike. So we issue our statement not to accept the pivot at all so that the information is not confusing,” he said.

Baca Juga:

Categories
Bahasa Inggris Pendidikan

Barbeque Party – Teks Bahasa Inggris Tentang Gaya Hidup

Barbeque Party – Teks Bahasa Inggris Tentang Gaya Hidup

Barbeque Party - Teks Bahasa Inggris Tentang Gaya Hidup
Barbeque Party – Teks Bahasa Inggris Tentang Gaya Hidup

Barbeque Party

Barbeque Party in the Quietness of ‘Staycation’ in the City Center

Barbeque Party in the Quietness of ‘Staycation’ in the City Center Inhaling the distinctive aroma of grilled meat and tasting the softness of grilled meat, can be an option to enjoy the weekend.

City center may not be the main choice for enjoying a vacation. The density of traffic to the hectic activity of city residents is considered to be a ‘barrier’ to seeking calm.

However, the tight schedule to the cost of holidays is quite expensive, making a trip outside the city filled with natural beauty sometimes also can not be an option.

Because of that, me and a few friends decided to find a way to be able to take a vacation in the middle of city density.

I also decided to staycation, which is the concept of a vacation in a hotel, enjoying the culinary to the comfort offered.

Staycation is a new popular term that combines stay and vacation. Staycation-style vacation so an alternative because it offers intimacy and affordable prices.

The concept of staycation makes people who live it spend time together in a place for a certain period. A number of activities will be carried out to make the stay more enjoyable. One of them enjoyed the culinary served at the staycation location.

Softness of barbecue meat

At Sparks Luxe Jakarta, the selected staycation location, a number of activity options for staycation are available. After returning from work, I immediately rushed to the hotel which is located not far from the Merdeka Palace.
BBQ Party and ‘Staycation’ Peace at the City Center of Barbeque at Sparks Luxe Jakarta.
I headed for the Executive Lounge while waiting for a friend who hadn’t arrived. I happened to arrive right at the evening cocktail that lasted from 18:00 to 20:00 WIB.

Evening cocktails are held every night that provides a number of snacks, various sushi, bread, and fruits. This food can be enjoyed free of charge for hotel guests. This food is enough as a snack before dinner.

Shortly, we headed straight to the pool side to enjoy a barbecue (BBQ) with views of downtown Jakarta. The swimming pool is located on the 7th floor with views of Jakarta’s skyscrapers.

At the poolside, there are already various buffet meals available. Chicken satay, meat satay, grilled fish, grilled squid can be enjoyed with a variety of sauce choices according to taste.

BBQ Party and ‘Staycation’ Peace at the City Center of Barbeque at Sparks Luxe Jakarta.
This BBQ food is delicious to eat while still hot. The aroma of burnt smoke successfully appetizing, meat tenderness was felt. However, if it is allowed to cool, the soft BBQ meat turns out to be more tough.

If you like the natural savory taste of meat, BBQ meat can be eaten immediately after being removed from the grill. However, if you like meat mixed with sauce, BBQ here offers a variety of sauces, typical of the archipelago and western.

Traditional sauce is made from a mixture of peanut sauce and soy sauce. It tastes like satay sauce, nothing is so special.

For a fresher and slightly spicy sensation, the choice is a suitable chili sauce sauce paired with grilled fish. Sambal Matah successfully removes fishy taste from fish. I love this sauce because it tastes fresh but not so spicy,

While Western sauces that can be enjoyed are BBQ sauce, sweet and sour tomato sauce, and creamy and savory mushroom sauce. These sauces work well with meat and grilled chicken so it tastes like eating a Western steak.

Various kinds of salads and fresh fruit can be a dessert menu to help the body digest BBQ meat.

After that, we decided to go back to the hotel room and spend the night venting about life in the midst of calm.

You could say, vent could be a tired relieving session for a very short vacation.

Baca Juga:

Categories
Bahasa Inggris Pendidikan

Sports News – Berita Bahasa Inggris

Sports News – Berita Bahasa Inggris

Sports News - Berita Bahasa Inggris
Sports News – Berita Bahasa Inggris

Sports News

Inter Legend Supports Conte End Juventus Domination

Inter Milan legend Dejan Stankovic hopes Antonio Conte can deliver La Beneamata to end Juventus’ dominance in the Italian League.

Inter, Juventus and AC Milan are three teams that have big names in the Country of Pizza. But in the last eight years Juventus cannot be stopped by winning eight Scudetto.

Juventus’ dominance was tried to stop Inter by recruiting Conte. The coach who successfully presented three successive scudettos while still in charge of Juventus (2011-2014) also brought Romelu Lukaku, Diego Godin, to Alexis Sanchez.

Inter Milan are competing with Juventus in the Italian League this season. (AP Photo / Luca Bruno)
The three players were brought by Conte to help Inter return to become king in domestic competition and to end the monopoly of the Turin team.

“Juventus are the best team in Italy but with Antonio Conte, we hope the story can change,” Stankovic said as reported by Fox Sports.

“He has brought to Inter not only his playing style but also his mentality and enthusiasm for victory. So, we hope to compete with Juventus as soon as possible,” he continued.

Conte’s arrival has made Inter look good since the start of the season and currently occupies second place in the standings. In fact, the city of fashion team had topped the standings before being shifted by Juventus.

Of the 13 matches that have been played, Inter won 11 wins, one draw, and one defeat. Inter are one point adrift of Juventus, who are still at the top of the table.

Baca Juga:

Categories
Bahasa Inggris Pendidikan

Economic News – Berita Bahasa Inggris

Economic News – Berita Bahasa Inggris

Economic News - Berita Bahasa Inggris
Economic News – Berita Bahasa Inggris

Economic News

Processing Sector Increases NPL to 2.73 Percent

girlgamerssuck.com – Jakarta, – The Financial Services Authority (OJK) recorded the banking industry gross non-performing loan (NPL) ratio as of October 2019 at 2.73 percent. That number rose slightly compared to September 2019 which amounted to 2.66 percent.

Deputy Commissioner for Banking Supervision III OJK Slamet Edy Purnomo said the increase in the gross NPL of the banking industry was affected by the manufacturing sector which increased from 2.52 percent in December 2018 to 4.12 percent in October 2019.

“The gross NPL of the trade sector also rose from 3.57 percent to 3.92 percent. If there are other fisheries but it is not significant,” he said, Friday (11/29).

He explained that the total lending to the processing sector increased from Rp874 trillion in October 2018 to Rp900 trillion in October this year.

See also: BI Call Bad Credit Increases Due to Low Distribution
Overall, lending grew by 6.53 percent as of October 2019. This realization slowed compared to September 2019 which reached 7.8 percent.

“Most in the credit fell in the mining and construction sectors. The others increased,” he added.

For next year, Edi said that a number of banks were pessimistic about the growth of credit due to the continuing trade war between the United States (US) and China. As a result, several banks are targeting single-digit credit growth.

“The results of discussions with banks are pessimistic and optimistic. Some banks have one digit, but there are still two digits,” he explained.

Meanwhile, life insurance premiums were recorded at Rp152.4 trillion as of October 2019. Then, general insurance or reinsurance premiums were Rp82.2 trillion.

“The risk-based capital (RBC) of the life insurance and general insurance industries is 705 percent and 329 percent, far above the regulatory threshold,” said Edi.

Furthermore, the raising of funds through the capital market amounted to Rp155 trillion. Some of the funds came from corporate actions in the form of an Initial Public Offering (IPO) conducted by 48 companies.

Then, the Composite Stock Price Index (CSPI) was corrected in the third week of November 2019 to 6,100 levels compared to October 2019 which was still at 6,228.