Categories
Pendidikan

Kegunaan Ekonomi Manajerial

Kegunaan Ekonomi Manajerial

Kegunaan Ekonomi Manajerial

Pengambilan Keputusan

Teori keputusan manajemen diturunkan dari para ahli ekonomi pada permulaan era industri. Kalau manusia purba mungkin terutama bermaksud menghindarkan malapetaka, para ahli ekonomi pertama itu melihat pilihan secara lebih optimis sebagai peluang memperoleh keuntungan. Teori keputusan muncul dari anggapan bahwa para pengambil keputusan didorong untuk memaksimalkan keuntungan atau manfaat yang dapat dicapai.

Kalau manusia purba mengandalkan kekuatan gaib dan takhayul untuk menuntunnya dalam mengambil keputusan, para ahli ekonomi lebih ilmiah dalam pandangan mereka. Mereka sangat dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang berkaitan dengan revolusi industri, terutama pengaruh mekanisasi dan pembangian tugas.

Pendekatan Mekanistik. Efisiensi mesin yang lebih hebat daripada produksi kerajinan tradisional telah merangsang para ahli ekonomi awal untuk menerapkan prinsip-prinsip ilmiah dan mekanik pada pengambilan keputusan. Kunci pendekatan ilmiah ialah pengandalannya pada rasionalitas, yang berbeda dari naluri atau takhayul. Rasionalitas dalam konteks sesuai dengan memaksimalkan keuntungan. Oleh karena itu idealnya, pengambilan keputusan tadi harus berfungsi seperti sebuah mesin, tidak terpengaruh oleh perasaan hati atau pengaruh-pengaruh luar lainnya.
Pembagian kerja. Pembagian kerja berarti membagi tugas menjadi bagian-bagian pelengkap dan melakukannya masing-masing secara terpisah. Kalau barang-barang sampai saat ini dibuat secara keseluruhan.

Pada ahli ekonomi yang pertama terdorong untuk menerapkan semacam bentuk pembagian tugas pada pengambilan keputusan.
Kedua pengaruh ini, pendekatan ilmiah dan pembagian kerja, tercermin dalam resep para ahli ekonomi untuk memaksimalkan keuntungan. Resep ini terkandung dalam model pengambilan keputusan secara rasional atau sinoptik.

 

Model pengambilan keputusan terdiri atas langka-langkah berikut:

  • Mengidentifikasi suatu masalah
  • Memperjelas dan menyusun prioritas sasaran-sasaran
  • Menciptakan pilihan-pilihan
  • Menilai pilihan-pilihan
  • Memperbanding akibat-akibat yang diramalkan pada masing-masing pilihan dengan sasaran-sasaran
  • Memilih pilihan dengan konsekuensi-konsekuensi yang paling mendekati kesesuaian dengan sasaran-sasaran.

Pengambilan keputusan berawal dengan sebuah persoalan. Pengambilan keputusan kemudian memperjelas sasaran-sasarannya. Selanjutnya, ia mengidentifikasi semua pilihan yang mungkin untuk memecahkan persoalan itu, dan menilai pilihan-pilihan ini secara sistematis dan objektif. Kemudian ia memperbandingkan masing-masing pemecahan yang mungkin tadi dengan sasaran-sasarannya, dan menentukan keuntungannya serta kerugiannya masing-masing. Akhirnya ia memaksimalkan keuntungannya dengan memilih pilihan yang paling sesuai dengan sasaran-sasarannya.

 

Ekonomi Manajerial

Ekonomi manajerial adalah aplikasi teori ilmu ekonomi mikro untuk keputusan-keputusan manajerial. Esensi ekonomi mikro adalah teori kesejahteraan ekonomi pertama (the first welfare economic theorem). Teori ini menggambarkan bagaimana harga yang diproduksi oleh struktur pasar bersaing sempurna akan mampu mengalokasikan sumberdaya secara optimal. Dalam struktur pasar bersaing sempurna, konsumen mengoptimalkan utility-nya, dan produsen mengoptimalkan keuntungannya. Asumsi standar konsumen dan produsen adalah hukum pengembalian yang semakin berkurang (law of diminishing returns). Hukum ini berlaku dalam proses konsumsi dan produksi. Selain itu, asumsi ini juga akan tercermin dalam struktur biaya (dan konsumsi), yaitu dalam bentuk kenaikan biaya marjinal yang semakin menaik.

Konsep kuantitatif yang paling penting dalam ekonomi adalah elastisitas, yang pada dasarnya mengukur perubahan permintaan suatu barang jika variabel yang mempengaruhi (misalnya pendapatan dan harga barang lain) berubah. Informasi ini penting bagi produsen yang mempunyai kekuatan pasar (market power) untuk mengoptimalkan keuntungannya dengan mengubah harga. Untuk mendapatkan angka elastisitas, seseorang perlu melakukan estimasi statistika.

Dalam kondisi jangka pendek, perusahaan bias menikmati keuntungan di atas normal. Keuntungan ini akan mengundang pendatang baru (new entries) untuk berpartisipasi menikmati keuntungan di atas normal tersebut. Namun, pendatang baru bisa tidak terjadi jika perusahaan yang ada mampu membangun hambatan masuk (entry barriers) yang tinggi, sehingga produsen yang sudah ada menjadi monopoli. Hambatan masuk bisa tidak terlalu tinggi sehingga terjadi beberapa : pendatang baru. Struktur pasar dengan sedikit produsen disebut oligopoli. Dalam struktur pasar oligopoli masing-masing produsen berinteraksi secara strategis dimana dalam mengambil strategi, produsen harus memperhitungkan strategi produsen lainnya. Analisis interaksi strategis ini mendapatkan fasilitas pembahasan dengan game theory yang berkembang pesat pada tahun delapan puluhan. Hambatan masuk semakin rendah untuk struktur pasar persaingan monopolistik yang memproduksi produk-produk terdiferensiasi.

Dalam mengambil keputusan, seorang pelaku ekonomi menghadapi faktor regulasi yang diproduksi pemerintah. Regulasi akan bermuara pada perubahan harga produk, dan akhirnya pada masalah alokasi sumberdaya. Pemerintah meregulasi perekonomian karena alasan efisiensi atau distribusi pendapatan. Acuan regulasi untuk efisiensi adalah jelas yaitu konsep pareto optimal. Sekarang ini lebih banyak orang percaya bahwa secara umum, pasar akan mampu mengalokasikan sumberdaya secara optimal. Selain karena alasan efisiensi, pemerintah melakukan regulasi karena alasan distribusi pendapatan. Oleh karena itu, regulasi sering menjadi target para pelobi untuk mendapatkan transfer pendapatan.

 

Dalam asumsi standar, faktor resiko belum muncul secara eksplisit.

Dalam kondisi yang beresiko (uncertainty), pelaku ekonomi akan konsisten memaksimumkan utility-nya. Pelaku ekonomi mempunyai preference yang beragam terhadap pilihan beresiko seperti judi. Preference tersebut bergantung pada factor-faktor seperti tingkat pendapatan dan faktor inheren (misalnya kelompok masyarakat tertentu mempunyai derajat risk averse yang relatif tinggi.

 

Ada beberapa faktor yang menyebabkan resiko/ketidakpastian muncul.

Ketidakpastian bisa muncul karena adanya informasi asimetris antara dua pelaku ekonomi dalam melakukan transaksi. Kesenjangan informasi akan mengakibatkan alokasi sumberdaya yang tidak optimal. Kasus kesenjangan informasi banyak terjadi di pasar finansial. Selain itu, ketidakpastian juga muncul jika pelaku ekonomi menghadapi pengambilan keputusan yang bersifat intertemporal. Secara operasional keputusan intertemporal adalah membuat capital budgeting.

 

Sumber : https://sarjanaekonomi.co.id/